INOVASI PENDIDIKAN


Sejak berakhirnya perang dunia kedua, di seluruh dunia baik di negara yang sudah lama merdeka maupun yang baru merdeka, baik bangsa yang kaya maupun bangsa yang miskin telah mengalami proses perluasan pendidikan yang sangat pesat, bersamaan dengan itu terjadi pula berbagai permasalahan dan keisis dalam dunia pendidikan, antara lain berkenan dengan kekurangan dana, guru, bahan ajar dan lain-lain kecuali siswa. Menurut Philip H. Coombs dalam bukunya “The World Educational Crisis (1968) ada empat hal yang menyebabkan terjadinya krisis pendidikan yaitu Meningkatnya aspirasi masyarakat terhadap pendidikan. Kelangkaan atau kekurangan sumber – sumber penunjang pelaksanaan pendidikan.Inertia atau kelemahan yang terdapat dalam sistem pendidikan.
Inertia atau kelemahan yang terdapat dalam masyarakat itu sendiri. permasalahan diatas di rasakan pula dalam sistem pendidikan Indonesia yang menurut adanya upaya pembaharuan atau inovasi untuk mengatasinya.
Santoso S.Hamidjoyo (1974:10) menyatakan bahwa inovasi pendidikan merupakan reaksi para ahli pendidikan dan perencanaan pembangunan terhadap tekanan masalah–masalah sosial, ekonomi dan masalah pendidikan itu sendiri yang dari waktu ke waktu dirasakan semakin berat dan mendesak, yang berkisar pada hal – hal berikut :
Besarnya tekanan ekplosi penduduk
Meningkatnya aspirasi masyarakat luas terhadap dunia pendidikan.
Kurangnya sumber – sumber dan komponen pendidikan.
Banyaknya kelmahan dalam sistem pendidikan.
Belum berkembangnya alat organisasi yang efektif.
Lebih lanjut di tegaskan bahwa tantangan yang menuntut berbagai upaya yang inovatif dalam pendidikan menurut Yusup Hadi Miarso (1984 :175) antara lain :

  1. Berkembangnya jumlah penduduk yang pesat dan meningkatkan keinginan masyarakat untuk mendapat pendidikan.
  2. Berkembangnya ilmu pengetahuan yang menghendaki dasar-dasar pendidikan yang kokoh dan penguasaan kemampuan yang terus menerus.
  3. Berkembangnya teknologi yang pesat yang mempermudah manusia dalam menguasai dan memanfaatkan alam dan lingkungannya.

Dari uraian diatas dapat dikemukakan, bahwa yang mendorong perlunya dilaksanakan inovasi pendidikan adalah permasalahan atau kelemahan yang adadalam sistem pendidikan itu sendiri dan faktor permasalahan yang terdapat dari luar sistem pendidikan atau yang ada di masyarakat.
Yusuf Hadi Miarso (1984 : 146) mengelompokkan permasalahan-permasalahan tersebut ke dalam masalah sebagai berikut :

  1. Masalah input ; yaitu terbatasnya jumlah anak yang mempunyai kesempatan untuk bersekolah, ketidakseimbangan jenjang persekolahan, jumlah dan kualitas guru yang tidak relevan dan kurikulum yang tidak sesuai dengan tuntutan perkembangan dan pembangunan.
  2. Masalah Out put ; kualitas dan kuantitas lulusan yang tidak sesuai dengan kebutuhan dan jumlah angka Drop Out yang sangat besar.
  3. Masalah Struktural ; sistem administrasi dan perencanaan yang belum efisien.

Untuk menanggulangi dan menghadapi tantangan serta permasalahan tersebut diatas perlu dilakukan upaya dan strategi inovasi dalam sistem pendidikan.
Alasan yuridis inovasi pendidikan.
Mugiadi (1988 :15) lebih menekankan pada aspek yang tercantum dalam GBHN yang mendorong perlunya dilakukan pembaharuan pendidikan, yaitu :

  1. Sehubungan dengan tujuan pendidikan, sebagaimana tercantum dan tercermin dalam GBHN dituntut adanya berbagai upaya untuk menyesuaikan tujuan dan isi kurikulum lembaga pendidikan dan mencari cara inovasi untuk mencapai tujuan tadi.
  2. Sehubungan dengan peningkatan mutu pendidikan, diharapkan adanya gagasan inovatif di dalam meningkatkan mutu pendidikan pada semua jenis dan jenjang pendidikan.
  3. Sehubungan dengan perluasan kesempatan belajar pada tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), inovasi sangat diperlukan untuk memungkinkan sistem pendidikan menengah dapat menjangkau semua pemuda usia sekolah untuk mendapatkan kesempatan belajar.
  4. Disamping itu GBHN menghendaki adanya keserasian hubungan antara pendidikan dengan dunia usaha, perpaduan antar daerah dan antar jenjang pondidikan, keterpaduan antar berbagai lembaga pendidikan dan latihan guru dan tenaga kependidikan lainnya.

Dari berbagai permasalahan tersebut makin dipersulit berkenaan dengan ekplosi ilmu pengetahuan dan teknologi yang pesat telah memperlebar jurang pemisah antara negara yang sudah berkembang dan negara yang masih membangun.

Upaya-upaya pemecahan masalah pendidikan secara konvensional dan tradisional belum mampu mengatasi persoalan pendidikan secara tuntas. Sementara perkembangan teknologi modern terutama teknologi komunikasi dan informasi di era globalisasi dewasa ini telah mengubah wajah dunia menjadi tanpa tapal batas yang jelas. Salah satu upaya yang paling strategis adalah dilakukan inovasi dalam teknologi pendidikan, baik dalam pengertian perangkat keras (hardware) maupun dalam pengertian perangkat lunak (software).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s