PERADABAN PULAU JAWA


MAKALAH
PERADABAN
PULAU  JAWA

Sebagai Tugas Mata Kuliah
Ilmu Sosial Budaya Dasar ( ISBD )

Dosen Pengampu : Drs.Suwarno,SH

Disusun Oleh :
SINGGIH PRABOWO
A 410 070 059

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
JURUSAN MATEMATIKA
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
2011


BAB  I
PENDAHULUAN

  A. Latar Belakang

       Nenek moyang bangsa Nusantara, khususnya Pulau Jawa adalah pencipta kebudayaan dunia. Leluhur bangsa Nusantara (Indonesia) merupakan manusia-mansuia tangguh dan cerdas, pencipta peradaban dunia. Bahkan jauh sebelum tahun masehi, kerajaan nusantara adalah penguasa duapertiga wilayah bumi. India dulu hanyalah salah satu kadipaten dari kerajaan yang berpusat di pulau Jawa. Sumber dari peradaban dunia bisa dikatakan semuanya bermula dari Nusantara. Semuanya memberikan kita gambaran bahwa nenek moyang bangsa Indonesia bukan orang-orang terbelakang. Kalau kemudian sejarah dunia saat ini tidak memposisikan peradaban nusantara sebagai sumber dari peradaban dunia, maka itu tidak lebih bagian dari kerja-kerja ilmuwan dari belahan dunia barat yang ingin mengingkari realitas. Menelusuri sejarah penciptaan manusia pada awal mulanya tentulah hal yang mustahil diketahui oleh masyarakat yang telah berada pada generasi kemudian dalam jarak yang berselisih ribuan tahun seperti pada masa kita saat ini. Tak ada satupun ditemukan adanya catatan sejarah yang merekam pengakuan manusia pertama tentang ihwalnya ketika pertama kali lahir ke dunia. Kalau pun ada, apakah ia akan menuliskannya sejak ketika pertama kali dalam proses penciptaan, bahkan sejak masih dalam rencana? Maka Allah SWT, sebagai pencipta tunggal segala makhluk adalah yang seharusnya menjadi acuan dalam perolehan informasi yang tidak saja valid tetapi juga objektif, tidak terdistorsi oleh ego manusia itu sendiri. Dengan Kasih Sayang dan KemahakuasaanNya, Allah SWT telah memberikan kepada manusia sebagai makhluk berakal, yaitu acuan maha sempurna dan teliti yang terkandung dalam Al Qur’an (QS. 21:106) beserta Hadits RasululLah SAW maupun ayat-ayat Allah lainnya yang berupa bekas-bekas peninggalan masa lalu, yang diizinkanNya untuk muncul ke permukaan agar manusia bertafakur (QS. 24:34).

Berikut ini adalah beberapa Kalam Suci Allah SWT dalam Al Qur’an mengenai hal ihwal manusia di awal penciptaannya

Allah-lah   yang   lebih   mengetahui   penciptaan   manusia   terdahulu   dan   yang   akan   datang    –  QS. 15:24 (Al Hijr),
Wa la qad ‘alimnal mustaqdimiina minkum wa la qad ‘alimnal musta’khiriin.
Dan sesungguhnya Kami mengetahui orang-orang yang terdahulu daripada kamu dan Kami mengetahui orang-orang yang kemudian.

        Peradaban manusia tidak pernah surut kebelakang melainkan semakin maju kedepan, maknai peradaban itu dengan perilaku-perilaku beradab (bukan menyelesaikan masalah dengan perbuatan yang bertentangan dengan nilai-nilai dasar kemanusiaan), santun, hati yang berpengertian dan berakhlak mulia, sebagai sesama manusia ciptaan Allah SWT yang memiliki hak yang sama akan kehidupan di hadapan Allah SWT. Bumi merupakan satu-satunya planet yang dihuni berbagai makhluk hidup salah satunya adalah makhluk yang paling sempurna manusia. Manusia merupakan makhluk yang berbeda dari makhluk lainnya di bumi maka disebut makhluk yang paling sempurna. Para ilmuwan sudah memecahkan misteri asal mula terciptanya makhluk hidup di bumi tetapi dalam memecahkan asal usul manusia masih menemui jalan buntu. Ini dikarenakan adanya perbedaan yang mendasar antara fakta ilmiah di lapangan dengan pendapat para penganut agama. Para ilmuwan barat setuju bahwa manusia mengalami suatu evolusi untuk menjawab tantangan dari seleksi alam sesuai dengan Teori Darwin yaitu manusia merupakan evolusi dari kera. Sedangkan para pemuka agama (Islam, Kristen, dan Katholik) berpendapat bahwa manusia pertama adalah Nabi Adam As yang diciptakan langsung oleh Allah SWT dan turun dari Surga sebagai seorang khalifah di bumi. Manusia purba yang tertua di dunia ditemukan di Pulau Jawa dengan spesies Meganthropus Palaeojavanicus terletak di lapisan pleistosin bawah dengan tinggi kurang lebih 5,7 meter hidup di jaman batu tua. Kemudian punah dan digantikan oleh Pithecanthropus Erectus yang merupakan missing link untuk melengkapi Teori Darwin. Terakhir hidup Homo Sapiens yang fisiknya sudah mirip dengan manusia sekarang. Nabi Adam As adalah manusia ciptaan Allah SWT yang terbuat dari tanah liat dan turun ke bumi sebagai khalifah. Khalifah adalah pengganti makhluk-makhluk sebelumnya. Mereka diganti karena perilaku mereka yang selalu membuat onar di muka bumi seperti saling membunuh, perang, dan membuat kerusakan di bumi. Hal ini cocok sekali dengan keadaan pada masa itu ketika manusia purba masih saling berselisih untuk mendapatkan daerah kekuasaan. Ketika itu terjadi Allah SWT memusnahkan mereka melalui perantara alam dan menurunkan Nabi Adam As. Jadi apakah manusia-manusia purba tersebut bisa disebut sebagai manusia ? secara fisik memang ada yang mirip sebagai manusia tetapi akal, budi, dan nurani mereka masih seperti hewan pada umumnya.
Jadi, kesimpulannya adalah dari segi periode penciptaan manusia purba lebih dulu ada sebelum Nabi Adam As tapi dari segi penciptaan sebagai seorang manusia yang mempunyai daya rasa, cipta, dan karsa Nabi Adam As adalah manusia pertama di bumi ini.

  B. Rumusan Masalah

Adapun permasalahan yang akan dibahas dalam proses penyusunan makalah ini adalah “Sejarah Peradaban Manusia Di Jawa , Sejarah Penciptaan Manusia Di Jawa , Faktor-faktor yang menyebabkan manusia berperilaku beradab / biadab”.

Untuk memberikan kejelasan makna serta menghindari meluasnya pembahasan, maka dalam makalah ini masalahnya dibatasi pada :

  1. Sejarah Peradaban Manusia Di Jawa
  2. Sejarah Penciptaan Manusia Di Jawa
  3. Faktor-faktor yang menyebabkan manusia berperilaku beradab / biadab

  C. Tujuan Penulisan

Pada dasarnya tujuan penulisan makalah ini terbagi menjadi dua bagian, yaitu tujuan umum dan khusus. Tujuan umum dalam penyusunan makalah ini adalah untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Pendidikan Agama.

Adapun tujuan khusus dari penyusunan makalah ini adalah :

  1. Untuk mengetahui Sejarah Peradaban Manusia Di Jawa
  2. Untuk mengetahui Sejarah Penciptaan Manusia Di Jawa
  3. Untuk mengetahui Faktor-faktor yang menyebabkan manusia berperilaku beradab / biadab

 D. Metode Penulisan

Dalam proses penyusunan makalah ini menggunakan motede heuristic. Metode yaitu proses pencarian dan pengumpulan sumber-sumber dalam melakukan kegiatan penelitian. Metode ini dipilih karena pada hakekatnya sesuai dengan kegiatan penyusunan dan penulisan yang hendak dilakukan. Selain itu, penyusunan juga menggunakan studi literatur sebagai teknik pendekatan dalam proses penyusunannya.

  E. Sestimatika Penulisan

Sistematika penyusunan makalah ini dibagi menjadi tiga bagian utama, yang selanjutnya dijabarkan sebagai berikut :

Bagaian kesatu adalah pendahuluan. Dalam bagian ini penyusun memeparkan beberapa Pokok permasalahan awal yang berhubungan erat dengan permasalah utama. Pada bagian pendahuluan ini di paparkan tentang latar belakang masalah batasan, dan rumusan masalah, tujuan penulisan makalah, metode penulisan dan sistematika penulisan makalah.
Bagian Kedua yaitu pembahasan. Pada bagian ini merupakan bagaian utama yang hendak dikaji dalam proses penyusunan makalah. Penyususn berusaha untuk mendeskripsikan berbagai temuan yang berhasil ditemukan dari hasil pencarian sumber/bahan.
Bagian ketiga yaitu Kesimpulan. Pada Kesempatan ini penyusun berusaha untuk mengemukakan terhadap semua permasalahan-permasalahan yang dikemukakan oleh penyusun dalam perumusan masalah.

 

 

BAB  II

PEMBAHASAN

1.    Sejarah Peradaban Manusia Di Jawa

Ketika bumi nusantara ini dikenali dengan bumi Jawi atau al-Jawi ia itu ( keturunan Jawa ) masing2 hidup aman sentosa. Paradaban bumi Jawi amat tinggi dan terhormat dgn tiada hsad dengki dan tamak haloba. Sehinggalah daerah Sumatra didatangi oleh Bangsa dari kerajaan India (angkara murka) dan berdirinya kerajaan Srivijaya maka nusantara(bumi Jawa) ini, mulalah dibayangi dengan berbagai angkara murka peperangan dan penanaklukkan. Bermulalah tercetusnya perang saudara dan wilayah diNusantara bumi Jawi ini, sebagaimana sama berlaku halnya perang saudara di negeri India (angkara murka)itu yang tidak pernah ada kehabisannya dari zaman dahulu hingga sekarang. Begitu juga, sama halnya berlaku didaerah Jawa Barat dimana lahirnya kerajaan Salaknagara yang masing2 merupakan pengaruh dari Raja2 India yang kalah perang atau mencari kekuatan dari Bumi Jawa Selatan Timor. Dari sinilah orang Melayu (kerajaan Srivijaya) dan orang Sunda (kerajaan Salaknagara) mengklaim mereka kerajaan terlama diNusantara ini. Padahal peradaban Nusantara didahului oleh orang Jawa yang dikenali Al Jawi yang pendudoknya orang Jawa paling terbesar Nusantara termasuk penebaranya dimerata dunia. Salah satu faktor bukti pembiakkannya yg begitu banyak itu memungkinkan masa yg agak lama berjutaan tahun lamanya merupakan penduduk asal muasal Nusanara ini sebelumnya. Dan Sejarah menerangkan peradaban manusia jawa pertama di daerah sangiran jawa tengah, untuk kota-kota tua biasanya ada sekumpulan masyarakat dan didirikan suatu sistem pemerintahan dan pusat niaga untuk jual beli walaupun masih sistem barter.. misalnya ubi satu gerobak di tukar sama anak sapi, dll.. sedikit info mungkin salaka nagara sbb…Salakanagara, berdasarkan Naskah Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara (yang disusun sebuah panitia dengan ketuanya Pangeran Wangsakerta) diperkirakan merupakan kerajaan paling awal yang ada di Nusantara.

Tokoh awal yang berkuasa di sini adalah Aki Tirem. Konon, kota inilah yang disebut Argyre oleh Ptolemeus dalam tahun 150, terletak di daerah Teluk Lada Pandeglang.
Raja pertama Salakanagara bernama Dewawarman yang berasal dari India. Ia mula-mula menjadi duta negaranya (India) di Pulau Jawa. Kemudian Dewawarman menjadi menantu Aki Tirem atau Sang Aki Luhurmulya. Istrinya atau anak Aki Tirem bernama Pwahaci Larasati. Saat menjadi raja Salakanagara, Dewawarman I ini dinobatkan dengan nama Prabhu Dharmalokapala Dewawarman Haji Raksagapurasagara. Rajatapura adalah ibukota Salakanagara yang hingga tahun 362 menjadi pusat pemerintahan Raja-Raja Dewawarman (dari Dewawarman I – VIII).

Sementara Jayasinghawarman pendiri Tarumanagara adalah menantu Raja Dewawarman VIII. Ia sendiri seorang Maharesi dari Salankayana di India yang mengungsi ke Nusantara karena daerahnya diserang dan ditaklukkan Maharaja Samudragupta dari Kerajaan Maurya.

Di kemudian hari setelah Jayasinghawarman mendirikan Tarumanagara, pusat pemerintahan beralih dari Rajatapura ke Tarumangara. Salakanagara kemudian berubah menjadi Kerajaan Daerah.

Kalau kita runut dari buku sejarah, maka salah satu kerajaan besar pertama yang berdiri di pulau Jawa, dan yang akhirnya bekas-bekasnya atau penerusnya, meneruskannya sampai ke kerajaan Majapahit dan akhirnya Hindia Belanda dan akhirnya Republik Indoensia / NKRI, adalah kerajaan Mataram Kuno, sekitar tahun 700/800M. Kerajaan Mataram kuno di perkirakan pusat kerajaannya ada di lereng gunung Merapi. Dan akhirnya penulis ingat. Di sekitar perbukitan di rumah penulis di desa di Muntilan, bertebaran banyak situs situs kuno, candi-candi kuno yang diperkirakan didirikan saat kejaayaan kerajaan Mataram kuno ini.

Bisa penulis sebutnya bermacam candi yang ada di Magelang / Muntilan. Yang terkenal adalah candi Borobudur, candi Pawon, Candi Ngawen, Candi Gunung Sari (reruntuhan), juga ada banyak reruntuhan candi di sekitar kecamatan Ngluwar. Ini adalah sebuah bukti awal bahwa memang dahulu didaerah Magelang ini adalah sebuah pusat kerajaan karena berdasarkan logika tentuny candi-candi besar yang di bangun tersebut pastilah dekat dengan pusat kerajan / keraton / pemukiman.Mengapa juga penulis katakan bahwa Magelang adalah embrio peradaban Jawa ?. Kerajaan mataram kuno berdiri sekitar tahun 900 M, dengan rajanya yang terkenal adalah dari dinasti Syailendra. Karena terjadi letusan gunung Merapi, konon demikian menurut buku sejarah, maka akhirnya kerajaan di pindahkan kearah timur, tepatnya ke arah Kediri di Jawa Timur. Kerajaan di Kediri ini adalah lanjutan dari kerajaan di Magelang / Mataram Kuno, dengan rajanya yang terkenal adalah Sanjaya. Karena Raja Sanjaya mempunyai 2 orang putra mahkota, akhirnya kerajaan di Kediri ini di pecah menjadi 2 , yaitu kerajaan Jenggala dan Daha. Kerajaan Jenggala pusatnya di sekitar Gresik sedangkan Daha lebih ke barat selatan di sekitaran Kediri / Malang. Dengan berjalannya waktu, maka akhirnya kerajaan Kediri bermetamorfosis menjadi kerajaan Singasari, dan akhirnya Singasari menjadi kerajaan Majapahit dan akhirnya di teruskan ke kerajaan Demak di Jawa Tengah dengan coraknya yang telah berubah menjadi Islam. Kerajaan Demak diteruskan oleh kerajaan Pajang, dan akhirnya kerajaan Mataram Islam di sekitar Kartasura / Alas Mentaok.Akhirnya Belanda datang meggantikan kekuasaan kerajaan Mataram. Dan akhirnya Belanda dikalahkan oleh perjuangan bangsa Indonesia dan NKRI di deklarasikan tahun 1945 sampai sekarang.

Kalau situs peradaban di jawa memang sangat tua boleh berpendapat situs di jawa semua berperadapan sangat tinggi nilai keluhurannya dan teknologinya di jaman itu sangat tinggi sekali nenek moyang jawa .mau bukti situs candi CETO di Lereng G.Lawu itu sudah Ribuan Bahkan bisa Jutaan tahun berdasarkan apa burbakala dapat memecahkan sejarah peninggalan tsb sedangkan , pada jamannya kerajaan demak aja banyak sejarah yang di bengkokkan kesana kemari koyo entot berut, MAJAPAHIT RUNTUH jelas dari demak padahal tentara pasukan dari MAJAPAHIT masih dalam keadaan berperang dengan yang ada disumatera, jadi di tlikung dari belakang masa ada demak yang sekelas kadipaten mampu memporakpandakan MAJAPAHIT yang sekelas DUNIA , bukti lagi Keris kita yang buatan NENEK moyang terbuat dari berbagai unsur logam canggih yang pada waktu itu ROMAWI saja belum mampu menemukan .klo sudah pedang mereka tentara romawi Pasti sudah dari TITANIUM ,tentara CHINA juga terbuat dari logam meteor dan Nikel.KERIS dari Nenek moyang kita terbuat dari campuran beberapa Logam unsur dari titanium dan logam meteor,yang kerajaan Romawi, China belum menyentuhnya. mari dulur kita uri uri peninggalan nenek moyang kita yang Faktanya jelas sekali ….JAUH LEBIH TINGGI DARI PADA DUNIA LAIN INGAT TANGGALAN JAWA JUGA SUDAH TERTUA +- 17000 Th YANG LALU SELANJUTNYA SUKU MAYA/ Peru mexico sekitarnya 13000 th yng lalu baru bangsa cina +- 12000 th yng lalu..Astronomi Jawa sudah Punya namanya JONGKO. suku maya juga ada cina juga klo di agam ilmu falaq, terakhir jaman sekarang NASA yang mempelajari…Jongko bukan Ramalan,….tapi perhitungan pasti..sama dng ilmu falaq ,perbintangan kalau mau bukti meteor bahan keris nenek moyang Jawa sudah bisa memperhitung kan dimana akan jatuh,kapan saatnya jatuh, untuk bahan campuran membuat keris.

 2.    Sejarah Penciptaan Manusia Di Jawa

Bahasa Jawa yg repot itulah buktinya orang Jawa adalah penduduk paling awal (paling kuno) pendudok asal muasal Nusantara ini yg disebut Al Jawi (Keturunan Jawa) oleh bangsa Arab karena bahasanya yg indipendant (berdiri sendiri, tidak bercampuran dgn bahasa2 lain, dan karena rumitnya serta susahnya bahasa Jawa untuk diserap maka ia tidak mudah di pelajari serta difahami, maka tidak mudah berkembang untok ditutur oleh orang di Nusanatara ini. Lain halnya yang mana kita ketahui bahasa melayu bukan bahasa yang menunjokkan ketulenannya, dimana bahasa Melayu Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Malaysia, Singapura, Thailand, Kamboja, Brunei, Jawa Barat (Sunda, Betawi ) didalam penyebaranya seiring dengan pesatnya pengaruh sriwijaya itu telah (menjadi bahasa yang bercampuran. Sedangkan bahasa melayu itu sendiri banyak mengambil dari bahasa asing yang banyak dikutip dari bahasa Arab, India, China dan sebagainya. Srivijaya yang menguasai Nusantara adalah penyebabnya angkara murka peperangan dan penaklukkan di bumi Jawi yang mempunyai peradaban yang tinggi pada pada ketika dahulu. Dan menjadi penyebab penaklukkan kerajaan Jawa Majapahit keatas Srivijaya kemudiannya. Karena itu orang Jawa lebih mendahului Srivijaya dengan beberapa bukti :-1) Bangsa Arab yang lebih tua dari Srivijaya ( Bangsa India) itu telah memanggil Nusantara dengan Al Jawi ( keturunan Jawa) 2)Bukti otentik: Phitecanthropus Erectus ditemukan fosilnya di Pulau Jawa dan menurut satu kajian, manusia pertama yang memasuki pulau Jawa adalah dari jenis Homo erectus yang dinisbahkan sebagai ( the first Java man/ from Java man to Javanese) ia itu orang Jawa pertama sejak 1.7 juta tahun dulu lamanya,dimana terdapat peninggalan tengkorak purba disungai Solo Jawa Timur dan penemuan kedua disungai Sangiran Jawa Tengah, jauh sebelum Srivijaya. 3) Bahasanya yang repot itu menunjokkan kekunoannya, ketulenannya, jauh sebelum Srivijaya. 4) Orang Jawa pendudok paling terbesar di Nusantara ini termasuk penebaranya dimerata dunia, salah satu faktor bukti pembiakkannya yg begitu banyak, memungkinkan masa yg agak lama berjutaan tahun lamanya merupakan pendudok asal muasal Nusanara ini sebelumnya.

Manusia pertama yang memasuki pulau Jawa adalah dari jenis Homo erectus yang dinisbahkan sebagai(the first Java man/ from Java man to Javanese)ia itu orang Jawa pertama sejak 1.7 juta tahun dulu lamanya,dimana terdapat peninggalan tengkorak purba disungai Solo Jawa Timur dan penemuan kedua disungai Sangiran Jawa Tengah.
orang arab tidak memanggil nusantara ini dengan panggilan al melayu,as sriwijaya,as salaknagara atau al majapahit tetapi dengan panggilan al jawi (keturunan jawa)ini bermakna orang jawa telah bertamadun lama sebelum masehi,lama sebelum berdiri kerajaan india dan cina

 3.    Faktor-faktor yang menyebabkan manusia berperilaku beradab / biadab

Beberapa hal dari sekian banyak penyebab dan alasan yang memungkinkan manusia berperilaku beradab / biadab, antara lain sebagai berikut :

  1. Aspek yang paling banyak menjangkiti orang bahkan cenderung bagai wabah adalah KEMALASAN. Banyak alasan yang digunakan sebagai bentuk penguatan akan pembenaran pada kemalasan, cenderung melakukan manipulasi pada suatu keadaan seperti misalnya ”masih ada hal lain yang lebih penting untuk di dahulukan”. Secara tersirat mengandung bentuk penundaan, penundaan demi penundaan membuat orang tidak kunjung melakukan tindakan, sehingga terjadi penguatan pada kemalasan itu sendiri. Pada akhirnya akan menjadi sebatas keinginan, harapan dan mimpi saja. Jika sudah begini maka yang dibutuhkan adalah segera STOP DREAMING START ACTION !!!.
  2. Aspek tidak memiliki sense of urgency, sehingga tidak dapat melihat dan menempatkan suatu kepentingan yang bersifat mendesak kedalam skala prioritas dari sebuah keinginan atau harapan. Kecenderungan untuk menyamaratakan tingkat urgensi suatu hal akan mendorong pada sikap menyepelekan, sehingga hal yang sebetulnya penting tidak termaknai bobot kepentingannya. Pada akhirnya akan meumbuhkan dan menimbulkan suatu kecerobohan atau bahkan kebodohan dalam memaknai hal-hal penting. Jeli dan mampu menempatkan segala sesuatu pada tempatnya dengan skala prioritas merupakan aktualisasi yang sangat penting dan dibutuhkan dalam konteks sikap STOP DREAMING START ACTION .
  3. Aspek takut gagal, secara tidak langsung akan mendorong orang untuk berhenti hanya sebatas mimpi dan takut untuk bertindak, karena dibayangi oleh adanya kesulitan, rintangan dan tantangan. Jika sikap seperti ini telah tertanam maka akan menimbulkan apa yang sering disebut “kalah sebelum bertanding”. Sikap yang menempatkan STOP DREAMING START ACTION sebagai landasan, suatu kegagalan adalah sebuah hal yang biasa, justru kegagalan tersebut ditempatkan sebagai bahan evaluasi untuk pembenahan guna melakukan lompatan dalam bertindak. Halangan, kesulitan dan rintangan yang ada di depan dimasukkan sebagai bahan evaluasi, kajian dan referensi guna menentukan sikap, berpikir dan tindakan. Tantangan tersebut bukan untuk dihindari dengan melakukan pembenaran alasan takut gagal, melainkan dihadapi dengan perhitungan-perhitungan yang sudah dilakukan sebelum melakukan tindakan/aksi.

4. Pengamatan Terhadap Masyarakat di Daerah Tempat  Tinggal Penulis

Pada waktu kita melihat dan memperlakukan agama sebagai kebudayaan maka yang kita lihat adalah agama sebagai keyakinan yang hidup yang ada dalam masyarakat manusia, dan bukan agama yang ada dalam teks suci, yaitu dalam kitab suci Al Qur’an dan Hadits Nabi. Sebagai sebuah keyakinan yang hidup dalam masyarakat, maka agama menjadi bercorak lokal; yaitu, lokal sesuai dengan kebudayaan dari masyarakat tersebut. Mengapa demikian? untuk dapat menjadi pengetahuan dan keyakinan dari masyarakat yang bersangkutan, maka agama harus melakukan berbagai proses perjuangan dalam meniadakan nilai-nilai budaya yang bertentangan dengan keyakinan hakiki dari agama tersebut dan untuk itu juga harus dapat mensesuaikan nilai-nilai hakikinya dengan nilai-nilai budaya serta unsur-unsur kebudayaan yang ada, sehingga agama tersebut dapat menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari berbagai unsur dan nilai-nilai budaya dari kebudayaan tersebut. Dengan demikian maka agama akan dapat menjadi nilai-nilai budaya dari kebudayaan tersebut. Bila agama telah menjadi bagian dari kebudayaan maka agama juga menjadi bagian dari nilai-nilai budaya dari kebudayaan tersebut. Dengan demikian, maka berbagai tindakan yang dilakukan oleh para warga masyarakat untuk pemenuhan kebutuhan-kebutuhan kehidupan mereka dalam sehari-harinya juga akan berlandaskan pada etos agama yang diyakini. Dengan demikian, nilai-nilai etika dan moral agama akan terserap dan tercermin dalam berbagai pranata yang ada dalam masyrakat tersebut. Sebaliknya, bila yang menjadi inti dan yang hakiki dari kebudayaan tersebut adalah nilai-nilai budaya yang lain, maka nilai-nilai etika dan moral dari agama yang dipeluk oleh masyarakat tersebut hanya akan menjadi pemanis mulut saja atau hanya penting untuk upacara-upacara saja.

Namun pada daerah tempat tinggal penulis,masyarakat masih sering melakukan tindakan-tidakan yang menyimpang dari peraturan/peradaban yang ada , namun ada pula yang menaati peraturan yang ada,untuk itu maka penulis dapat menyimpulkan bahwa masyarakat di daerah tempat tinggal penulis termasuk perilaku beradab dan biadab.

BAB  III

PENUTUP

Dari uraian yang telah dipaparkan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa makhluk purba itu bukan manusia. Fostur tubuh dan otaknya lebih dekat dengan monyet daripada manusia (jadi mereka bukan cikal bakal manusia). Satu hal yang pasti, jawa(mestinya tidak mengkalim diri sebagai representasi nusantara) itu hanya sebuah peradaban manusia berciri animis, mistik,dan sitem sosial feeodal. Suatu budaya yang sangat kental aroma animis, mitos, klenik dan mistik. Itulah mengapa negara ini selalu mengalami seperti bangsa bingung dan selalu bermasalah, karena sangat terprovokasi kultur jawa yang aneh karena menyukai mistik dan feodal. Tapi sialnya bangsa ini selalu dipimpin oleh orang-orang yang menyukai sistem seperti itu, jadi seperti ini bangsa indonesia modern akibatnya.

Demikian makalah ini disusun, semoga dapat menjadi satu dari budaya sarana dalam menerangkan peradaban di Indonesia terutama Pulau Jawa

DAFTAR  PUSTAKA

Koentjaraningrat, Pengantar Ilmu Antropologi, Jakarta: PT Ranaka Cipta,1990

Syaifuddin Fediani.Kata Pengantar. Dalam Agama: Dalam Analisa Dan Interpretasi   Sosiologis (Di-edit oleh Ronald Robertson). Diterjemahkan oleh Fediani Syaifuddin. Jakarta: Rajawali.1988.

Geertz, C, Religion as a Cultural System. Dalam Anthropological Approaches to the Study of Religion. (Di-edit oleh Michael Banton). London: Tavistock. 1966.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s